Rezeki, jodoh dan ajal menjadi rahsia Allah. Sebaik mana kita berusaha dan merancang, jika sudah ditetapkan bahawa insan yang dicintai bukan jodoh kita di dunia ini, siapalah kita untuk melawan takdir. Walau ditangisi dengan air mata darah sekalipun, dia tak akan kembali lagi.

13 tahun menyemai cinta sejak di bangku sekolah lagi bukan satu tempoh yang singkat. Baju sudah ditempah, kad sudah diedar, segala persiapan untuk disatukan dengan kekasih hati sudah dibuat. Hanya menunggu hari bahagia itu tiba, namun tepat 2 minggu sebelum ijab dan kabul ternyata ajal menjemput si kekasih terlebih dahulu.

Begitulah apa yang dilalui oleh gadis ini, Intan Indah Syari, tunang kepada Dr. Rio Nanda Pratama, salah seorang dari 189 mangsa yang terkorban dalam nahas pesawat Lion Air JT610 yang terhempas di perairan Karawang 29 Oktober lepas.

Wanita yang tabah ini tetap memenuhi permintaan terakhir tunangnya itu dengan meneruskan ‘perkahwinan’ seperti yang dijadualkan pada hari selasa, 13 November. Luahan perunding perkahwinan yang bertanggungjawab merancang dan mengurus hari bahagia pasangan ini, ternyata membuatkan ramai yang mengalirkan air mata.

Intan Indah Syari, wanita hebat dan kuat.. Sangat tegar.

Teringat dua minggu lalu, tepat tanggal 29 Oktober 2018, Bangka Belitung berduka. Jatuhnya pesawat Lion Air JT610 meninggalkan duka tersendiri bagi Intan. Dr Rio Nanda Pratama, calon suami @intansyariii.. seseorang yang telah mengisi hari-hari Intan selama 13 tahun lamanya. Telah mengenali sejak SMP.. berteman, bersahabat, menjadi teman dekat, dan akhirnya sepasang kekasih yang mempunyai mimpi akan menikah tepat di tanggal 11 November 2018.

Tapi, Allah berkehendak lain.. tepat dua minggu sebelum Ijab Qabul diucapkan, Rio telah terlebih dahulu dipanggil menghadap Allah Swt dengan cara dan kejadian yang tak pernah kita duga. (Semoga Allah menghapus dosa-dosanya dan menempatkan Rio di surgaNya. Aamiin).

Empat hari sebelum kejadian, tepatnya hari Rabu, Intan dan Rio datang ke galery Adiela WO untuk fitting baju akad. Rio memilih 1 baju dari 2 kebaya putih yang dicuba oleh Intan. Kemudian sebelum keberangkatan Rio hari Jumaat ke Jakarta yang akan menghadiri seminar mewakili tempatnya bekerja.. Rio telah berpesan satu hal kepada Intan. Diiringi bercandaan yang sangat memilukan hati.

“Seandainya nanti saya tidak kembali tanggal 11 November 2018, kamu tetap pakai baju akad yang telah saya pilihkan kelmarin. Didandan cantik. Minta mawar putih segar ke yuk Sheila (saya, sebagai WO). Dan berfotolah yang bagus. Nanti fotonya kirim ke saya.” Dan sungguh tak pernah Intan maupun kami semua duga, bahawa itu adalah pesan terakhir dari Rio.

Dan saya, hari ini tepat tanggal 11 November 2018 melaksanakan permintaan terakhir almarhum. Bertempat di Adiela Galery walau dengan hati pilu dan terhiris-hiris.. Ini harus dan wajib dilaksanakan.

Intan, wanita yang hebat dan kuat… dengan tegar menjalani semua proses. Make up, henna, sampai foto semua dilalui dengan ikhlas ditemani oleh sahabat2nya.. berfoto sendiri dan bersama sahabat2 terasa sedikit mengurangi beban berat.. Selamat jalan Dr. Rio Nanda Pratama..

Ini Intan, calon isterimu. Terlihat anggun dalam balutan kebaya putih dan mawar putih segar yang kamu minta. Selamat beristirahat dan semoga husnul khotimah.

 

View this post on Instagram

 

Intan Indah Syari. Wanita hebat dan kuat.. Sangat tegar. Teringat 2 minggu lalu, tepat tgl 29 Oktober 2018, Bangka Belitung berduka. Jatuhnya pesawat Lion Air JT610 menyisakan duka tersendiri bagi Intan. Adapun dr. Rio Nanda Pratama, calon suami @intansyariii.. seseorang yg telah mengisi hari2 Intan selama 13 tahun lamanya. Telah mengenal sejak SMP.. berteman, bersahabat, mjd teman dekat, dan akhirnya sepasang kekasih yg mempunyai mimpi akan menikah tepat di tgl 11 November 2018. Tapi, Allah berkehendak lain.. tepat 2 minggu sebelum Ijab Qabul diucapkan, Rio telah terlebih dahulu dipanggil menghadap Allah Swt dgn cara n kejadian yg tak pernah kita duga. (Semoga Allah menghapus dosa2ny dan menempatkan Rio di surgaNya. Aamiin). 4 hari sebelum kejadian, tepatnya hari Rabu, Intan n Rio dtg ke galery Adiela WO utk fitting baju akad. Rio memilih 1 baju dr 2 kebaya putih yg dicoba oleh Intan. Kemudian sebelum keberangkatan Rio hr Jumat ke Jakarta yg akan menghadiri seminar mewakili tempatnya bekerja.. Rio telah berpesan 1 hal kepada Intan. Diiringi bercandaan yg sangat memilukan hati. “Seandainya nanti saya tidak kembali tgl 11 November 2018, kamu tetap pakai baju akad yg telah saya pilihkan kemarin. Didandan cantik. Minta mawar putih segar ke yuk Sheila (saya, sbg WO). Dan berfoto lh yg bagus. Nanti fotonya kirim ke saya.” Dan sungguh tak pernah Intan maupun kami semua duga, bahwa itu adalah pesan terakhir dr Rio. Dan saya, hr ini tpt tgl 11 November 2018 melaksanakan permintaan terakhir alm. Bertempat di Adiela Galery walau dgn hati pilu n teriris-iris.. Ini harus dan wajib dilaksanakan. Intan, wanita yg hebat dan kuat… dgn tegar menjalani semua proses. Make up, henna, smp foto semua dilalui dgn ikhlas ditemani oleh sahabat2nya.. berfoto sendiri n bersama sahabat2 terasa sedikit mengurangi beban berat.. Selamat jalan dr. Rio Nanda Pratama.. Ini Intan, calon istrimu. Terlihat anggun dalam balutan kebaya putih dan mawar putih segar yg kamu minta. Selamat beristirahat dan semoga husnul khotimah. Terima kasih kpd team yg juga berusaha tegar hari ini 🤗🤗 (Foto asli no edit) 💄@cindy.makeupartist 📸 @indra_permana_88 for @iluxio 💅 @nurulmehndi 👗 @adielagalery

A post shared by Adiela Organizer (@adielaorganizer.bangka) on

Sementara itu, Intan ketika ditemui sumber memberitahu bahawa dia sengaja meneruskan ‘perkahwinan’ ini demi memenuhi permintaan Rio semasa hidup.

Intan mengaku bahawa permintaan tersebut dilontarkan Rio secara spontan sebelum tragedi itu berlaku. Dia meminta Intan agar berhias cantik dan mengenakan kebaya putih yang dipilihnya pada hari pernikahan mereka. Tidak terkecuali bunga mawar putih yang turut menjadi permintaannya.

“Ini semua wasiat dari calon suami, bukan melalui mimpi, tapi pesan langsung yang diberikan pada saya sebelum mengalami musibah itu.

“Jadi saya kenakan semua pakaian termasuk mawar putih ini, sesuai permintaan calon suami,” kata Intan.

Tanpa mengesyaki sesuatu, sekali lagi dia juga sempat berpesan perkara yang sama kepada gadis itu ketika dia berada di Jakarta. Ternyata, ia menjadi wasiat dan permintaan terakhir yang harus ditunaikan.

“Ketika itu Rio berangkat ke Jakarta kerana ada acara seminar, selama di Jakarta masih chating dan minta digunakan pakaian yang telah dipilihnya.

“Saya kenakan semua pakaian dan mawar ini, sebagai wujud sayang dan cinta saya sebagai calon istri,” ujar Intan dengan suara serak menahan rasa sedih.

Melalui laman instagramnya, Intan turut memuatnaik gambar menyatakan kesedihan yang tak dapat digambarkan dengan kata-kata, namun dia harus terlihat kuat seperti yang dipesan oleh lelaki yang dicintainya selama 13 tahun itu.

“Walau sebenarnya ada kesedihan yang tak bisa ku gambarkan, tapi aku harus tersenyum untukmu, tak boleh bersedih, harus tetap kuat seperti yang selalu kamu katakan padaku, I Love U Rio Nanda Pratama sayang,” tulisnya.

Sumber : Tribun News 1/Tribun News 2

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *